Wisata Budaya

Situs Rato Ebu dan Masjid Madegan

Obyek wisata purbakala ini terletak di kelurahan Polagan Kecamatan Sampang dan ditempuh kurang lebih 2 km dari pusat kota ke arah selatan. Terdapat makam para Priyayi kerajaan yang berkuasa di Sampang pada jaman dulu diantaranya adalah makam Ibu Raja Sampang “R. Praseno” yang mangkat pada tahun 1624 M. Di dalam situs ini terdapat “Tanto” yaitu sebuah Masjid yang dibangun dengan tiang penyangga yang miring hingga 30 derajat yang belum diketahui asal-usulnya, juga sebagai tempat untuk melaksanakan “Sumpah Pocong”pada jaman dulu.

 

Tujuh Sumur Bertuah Petilasan Pangeran Panji Laras

Tujuh Sumur Petilasan Pangeran Panji laras terletak di desa Madegan Kelurahan Polagan 2 km dari pusat kota Sampang. Terdapat situs peninggalan berupa tujuh sumur pemandin yang dipercaya berkhasiat oleh penduduk setempat, makam Raden Panji Laras dan keluarga serta beberapa tokoh kerajaan Sampang pada masa itu.

 

Situs Pababaran Trunojoyo

Terletak di Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, berjarak kurang lebih 200 m dari pusat kota Sampang. Merupakan petilasan tempat lahirnya Pahlawan Trunojoyo yang di dalamnya terdapat untuk menanamkan ari-ari Pahlawan Trunojoyo. Merupakan salah satu kawasan lindung cagar budaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Atraksi Karapan Sapi

Karapan sapi adalah tradisi khas masyarakat Madura yang digelar setiap tahun pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September, dan dilombakan lagi untuk final pada akhir bulan September atau Oktober. Tidak hanya jadi ajang lomba, tradisi Karapan Sapi ini juga merupakan ajang pesta rakyat dan tradisi prestis, yang bisa ngangkat status sosial seseorang, dan udah jadi tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.

 

Atraksi Sapi Sono’

Atraksi Sapi Sonok erat kaitannya dengan atraksi Karapan Sapi. Atraksi ini biasanya dilaksanakan sebelum Karapan Sapi dimulai, yaitu dengan mengarak sapi kerap memasuki lapangan dengan mengenakan pakaian/hiasan sapi-sapi yang akan berlomba. Sapi-sapi betina tersebut diberi pakaian berwarna-warni dan gantungan genta di leher sapi berbunyi berdencing-dencing dan diiringi musik sronen, sedangkan sapi berjalan berlenggak-lenggok mengikuti suara alat musik khas Madura tersebut.

 

Rokat Tase’

Tradisi Rokat Tase atau Petik Laut yang Dilakukan oleh Masyarakat Nelayan Madura
Rokat Tase’ merupakan bentuk rasa syukur para nelayan yang umumnya berada di pesisir pantai selatan Kabupaten Sampang atas hasil laut yang melimpah. Tradisi ini berupa larung sesaji laut yang disertai iring-iringan kesenian khas Madura seperti musik Sronen, Tari Mowang Sangkai (Buang Sial), dll.

 

Daul Dug-Dug

Daul Dug-Dug merupakan kesenian tradisional masyarakat Madura yang sering digunakan untuk membangunkan makan sahur pada waktu Bulan Ramadhan, berupa ogoh-ogoh raksasa yang disertai iringan musik khas dug-dug yang unik terdiri dari gabungan berbagai alat musik tradisional sehingga membentuk irama yang dinamis. Kerap disajikan untuk merayakan lebaran ketupat.